twitter


Perhitungan volume bola berdimensi yang diberikan di tulisan ini dapat diperumum. ALih - alih menjadikan persamaan bola sebagai tapal baas integrasi, orang bisa menggunakan persamaan elipsoid, yaitu

Sore tadi saya baru menyadari masalah ini, ketika saya mengerjakan salah satu soal UTS Fisika Statistik dari adik kelas untuk dibahas pasca ujian. Awalnya saya mengira penyelesaiannya cukup rumit, tetapi ternyata tidak. Rumusan permasalahannya seperti ini :
Yang harus kita lakukan untuk menghitung volume elipsoida berdimensi ini hanyalah mengubah peubah menjadi yang didefinisikan sebagai
yang memberikan . Sehingga, 
Viola! Faktor berupa hasil integrasi di sisi kanan persamaan tidak lain adalah volume bola berdimensi yang cara menghitungnya sudah diberikan di sini.

Kau



Setiap kali kau lewat, aku tak mampu mendekat
Hanya memandang dari balik jendela
menatap dari dalam kamar yang gelap.

Di mataku kau nampak tak peduli.
Tapi kita sama - sama tahu
Kita saling memperhatikan satu sama lain.

I close my eyes, think about you everyday...

Kutahu ku tak layak bersanding denganmu.
Tapi akankah kau tega menolak,
jika kupinta engkau sepenuh hati?

Kusadar aku terlalu hina, terlahir sebagai sudra.
Namun bukankah kau tidak melihat bentuk rupa?
Dan jika engkau tetap menolak,
pada siapa lagi aku harus menaruh harap?

I close my eyes, think about you everyday...

Tiada yang lebih kunanti
daripada jawaban singkat, iya.
Maka dunia mendadak berubah,
saat kau anggukkan kepala.

Seluruh alam semesta turut merayakan,
bunga - bunga pun bermekaran.
Kusiulkan simfoni kesembilan,
sepanjang jalanku pulang.

Orang bilang aku sudah tak waras,
tapi mereka tak pernah tahu,
akulah raja para orang gila.

Aku tak perlu lagi khawatir,
aku tak perlu lagi keras berpikir,
sebab pencarianku telah berakhir.

I close my eyes, think about you everyday...

Minggu pagi kita jalan - jalan,
di antara pepohonan yang rindang
Raut wajah itu lebih indah
dari setumpuk buku fisika yang berat.

Rambut hitam legam tergerai,
tiupan angin memaksanya anggun melambai
Aku tak tahu kenapa,
tahu - tahu tersenyum begitu saja.

I close my eyes, think about you everyday...

Kopi panasku mengepul riang,
ketika kau temami soreku yang berembun.
Acuh pada orang - orang gusar di jalan,
kita berbicara panjang tentang sejarah alam semesta.

Kata - katamu seindah pelangi di atas kanvas kelabu,
meski tak jarang membuatku gagal paham.
Waktu pun berhenti berputar,
seolah ingin mendengarkanmu bicara.

Sesungging senyum darimu saja sudah cukup
untuk membuatku abai pada yang lain,
Bahkan meski kiamat telah menyapa dari ambang pintu.

I close my eyes, think about you everyday...

Syair - syairmu selalu gagal kumaknai,
meski aku berusaha setengah mati.
Sering aku bosan,
kadang kau melakukan tindakan mengerikan
Bersamaan dengan itu,
kau selalu datang dengan senyum semanis madu.

Pertengkaran kecil membuat kita saling membelakangi,
tapi kita tak pernah saling membenci.
Tak butuh waktu yang lama,
agar tangan kita bergandengan seperti semula.
Cinta sejati telah mengikat kita berdua,
dalam dunia yang abadi selamanya.


#Mentari


 (Terinspirasi oleh : B with U - Aqua Timez)