twitter


Aku punya seorang teman sejurusan, fisika, tapi beda kampus. Sebut saja namanya Andri, dia lebih tua beberapa tahun dariku. Dia kuliah di sebuah kampus di Malang tapi sudah lulus, dan sekarang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan kuliahnya di Bandung. Dia sangat gemar menceritakan kisah - kisah tentang dirinya. Kendati demikian, aku tidak pernah bosan berbincang dengannya. Faktanya dia punya pengalaman yang aneh – aneh dan aku suka mendengarkannya.

“Aku pernah ketemu cewek cantik di sebuah warung.” Andri memulai ceritanya dengan berapi - api, suatu ketika. “Waktu itu aku kan lagi beli makan siang, kelihatannya dia juga. Secara reflek, aku ajak dia kenalan. Kutanya – tanya, namanya siapa, tinggalnya di mana dan sebagainya. Eee, dia diam saja. Acuh tak acuh gitu, sombong banget pokoknya.”

Mataku tak lepas dari setiap gerak bibir Andri. Raut wajah temanku itu membuatku ingin tertawa, nyaris tak tertahankan. Diamnya saja lucu, apalagi kalau sedang bercerita.

“Waktu aku mau bayar itu, si cewek juga bayar barang yang dibelinya” Andri melanjutkan. “Tanpa sengaja tanganku menyenggol tangan cewek itu. Dia langsung lari ketakutan. Dikiranya aku ini perampok atau apa gitu. Aku kan juga tersinggung. Aku segera memasang wajah angkuhku, mendengus pendek, lalu sambil terus melirik cewek yang meghilang ditelan tikungan itu, aku berjalan ke arah sebuah tempat air. Tanpa mikir tempat air itu ternyata wastafel, kucuci tanganku di bagian yang menyenggol cewek tadi, seolah baru kena najis besar saja. Tiba – tiba ada yang bilang, ‘Lho mas, jangan cuci tangan di situ! Itu kan air bekas cucian piring…’ Kulihat, tanganku malah kotor. Beberapa potongan cabe rawit, sayur bekas gigitan orang dan sebagainya menempel di telapak tanganku tanpa sengaja. Malu kuadrat aku Cak!”


Aku pun tertawa seketika.

0 komentar:

Posting Komentar

Monggo komentar...