twitter


Saya heran dengan orang-orang yang berupaya memboikot Sari Roti, bagaimana bisa mereka berkesimpulan bahwa Sari Roti harus diboikot lantaran pengumuman atas ketidak terlibatannya dalam aksi demo besar tempo hari? Alur pikiran saya begini, mestinya pemilik perusahaan apa pun akan berupaya produknya punya pasar seluas mungkin. Khusus makanan, wajar jika pemilik perusahaan ingin jika makanan yang diproduksi perusahaannya dikonsumsi sebanyak mungkin, terlepas dari suku, agama dan ras konsumen.

Demo besar kemarin menunjukkan adanya "perpecahan" menjadi dua kubu, pro-demo dan menolak demo baik karena memang tidak berkenan atau berada di pihak yang bertentangan. Produsen makanan apa pun mestinya tidak ingin konsumennya banyak berkurang karena terbukti memihak salah satu kubu. Maka ketika muncul gambar yang seolah menandakan keterlibatan semacam itu, adalah wajar jika pihak perusahaan gusar lalu mengeluarkan pernyataan resmi bahwa perusahaannya tidak terlibat. Pernyataan itu sendiri diawali dengan apresiasi atas tindakan demo besar kemarin, artinya disusun dengan bahasa yang sopan. Akan tetapi, kubu pro-demo kemudian menganggap ini sebuah pembelaan atas kubu lawannya?

Maa kuntu mafhuman `an thoriqoti tafakkurikum, _haqiqotan...

NB : Alur berpikir di atas didasarkan pada praanggapan logis, bukan pada fakta eksperimental.

0 komentar:

Posting Komentar

Monggo komentar...