twitter


Setelah melihat beberapa orang mengaitkan antara angka 212 dengan Q.S. 21:2 dan Q.S. 2:21, saya lantas berpikir. Angka 212 berarti tanggal 2 Desember menurut penanggalan masehi. Tapi bukankah penanggalan masehi, menurut catatan sejarah, adalah sistem penanggalan yang diciptakan bangsa mesir penyembah berhala, dikembangkan oleh orang-orang kerajaan Romawi lalu disempurnakan Paus Gregorius XIII pada abad keenam belas? Di sisi lain, sistem penanggalan khas Islam adalah sistem penanggalan yang didasarkan pada pergerakan bulan, atau dengan kata lain kalender hijriyah. Jadi dasar bagi pengaitan antara angka 212 dengan Q.S. 2:12 dan Q.S. 21:2 cukup rapuh.

Setelah mengecek lewat aplikasi, tanggal 2 Desember 2016 bertepatan dengan tanggal 2 Rabiul Awwal 1428 H. Rabiul Awwal adalah bulan ketiga dalam kalender hijriyah, dan karena terprovokasi oleh pengaitan itu maka secara iseng saya mengecek Q.S. 2:3 yang ternyata isinya (berdasarkan terjemahan dari Depag RI) sebagai berikut : "(Orang-orang bertaqwa)... Yaitu orang-orang yang beriman pada yang ghaib, melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka." Saya pun berhenti sebab tidak segera melihat adanya kaitan antara ayat dengan tanggal tersebut.

Mikir yang lain...

0 komentar:

Posting Komentar

Monggo komentar...