twitter


Bahkan setelah game Assassin's Creed punya banyak sekuel, saya rasa Altair (Ath-Thoir) bin Laa Ahad (tokoh utama game pertama) adalah tokoh yang paling keren. Semboyannya, "Laa syai-a waqii`un muthlaqon bal kullun mumkinun" tidak hanya menjadi doktrin yang terkenal di antara para assasin sesudahnya, tapi juga menarik untuk direnungkan penonton.

Altair bin Laa Ahad
Arti kalimat tersebut adalah "Tidak ada sesuatu pun yang terjadi secara mutlak, tetapi semuanya mungkin". Ezio, assassin penerus Altair, menafsirkan kalimat tersebut sebagai berikut, setiap tindakan yang kita lakukan selalu membawa konsekuensi dan karenanya kita sendiri lah sosok yang membentuk masa depan. Dipikir-pikir saya penasaran juga, akankah ada yang memaknai ini sebagai upaya penafian terhadap Tuhan sebagai sosok dengan kekuasaan mutlak oleh pihak pembuat game. Pemaknaan semacam itu sangat mungkin muncul mengingat beberapa kejadian terkait isu agama yang mencuat akhir-akhir ini.

Assasin lazimnya mengenakan jubah bertudung yang menutupi sebagian wajahnya. Mungkin kostum Assassin dirancag demikian sehingga pemakainya tidak gampang dikenali. Senjata andalan mereka adalah bilah tajam yang dipasang di lengan bawah bersama gauntlet. Selain doktrin di atas, kostum dan senjata yang khas assassin memberikan kesan mengagumkan tersendiri bagi penonton sekaligus penikmat jalan cerita seperti saya.

0 komentar:

Posting Komentar

Monggo komentar...