twitter


Biarkan aku bercerita tentang
keajaiban – keajaiban Dikau, oh Cinta! Ijinkan
aku membuka pintu gaib dari makhluk,
dengan ucapan!
(1)

Jika kau bukan seorang pecinta,
jangan pandang hidupmu adalah hidup.
Sebab, tanpa cinta segala perbuatan tidak
akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti.
Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan
menjelma menjadi wajah yang
memalukan di hadapan Tuhan.
(8)

Barangsiapa melihat sesuatu
Pada sebab – sebab, maka dia akan menjadi
Pemuja bentujk. Namun orang yang mampu
menatap pada “Sebab Pertama”,maka dia
akan menemukan cahaya
yang memancarkan makna.
(9)

Dunia manusia adalah batin
yang memiliki kemegahan. Karena itu wahai
sahabat, mungkinkah engkau menjadi
bijak, sementara yang relatif terus kau jadikan pujaan?
(11)

Orang yang bijaksana melihat
ucapan bagaikan orang tua. Ia turun dari
langit, karena itu ia bukanlah sesuatu
yang tak berharga.
Ketika kau bicara dengan kata – kata kotor
maka sekian banyak kata hanya bernilai
satu. Namun bila kau bicara dengan baik maka satu kata akan memiliki nilai berlipat.
Ucapan akan terkuak bagi engkau yang
mampu membuka hijab. Sehingga kau
tahu bahwa ia adalah sifat –
sifat Tuhan Yang Maha Mencipta.
(19)

Tuhan bergerak di mana – mana.
Ia juga hadir dalam tiap gerak. Namun Tuhan
tidak bisa ditunjuk dengan ini dan itu.
Sebab wajahnya terpantul dalam
keseluruhan ruang. Walaupun sebenarnya
Tuhan itu mengatasi ruang.
(26)

Tak berwarna merupakan asal
segala warna. Tak berlukisan adalah asal dari
semua lukisan. Dan tanpa kata – kata
adalah asal dari segala kata. Itu semua
bagaikan tambang yang merupakan asal
dari logam. Karena itu saksikanlah!
(27)

Kembalilah pada sejatimu,
wahai hati! Karena jauh di dalam dirimu wahai
hati, engkau akan menemukan jalan
menuju Yang Maha Tercinta.
(29)

Pasukan manusia lahir dari negeri roh.
Akal menjadi penasehat dan hati menjadi
rajanya. Suatu ketika, hati ingat negeri roh.
Maka seluruh pasukan kembali
ke dunia keabadian.
(32)

Meskipun kalian telah berbuat seratus kebaikan,
janganlah kalian pernah merasa aman dari
tipu daya ciptaan Tuhan. Jika ingin melihat
kepastian, basuhlah mata kalian.
Sebab tipu daya Tuhan begitu tak terkirakan,
sedang roh kalian hanya kesementaraan,
kapankah kalian menangkapnya secara hakiki.
(35)

Duhai wujud roh bentuk!
Engkau telah mengahncurkan sekian
banyak pemberhalaan. Namun karena gambaran Dikau adalah
berhala, kami harus menjadi pemuja –
pemuja berhala.
(38)

Burung  - burung kesadaran telah turun
dari langit dan telah terikat pada bumi sepanjang
dua atau tiga hari. Mereka merupakan
bintang – bintang di langit agama yang
dikirim dari langit ke bumi.
Demikian pentingnya penyatuan dengan
Tuhan secara sadar dan betapa
menderitanya keterpisahan dengan-Nya.
(40)

4 komentar:

  1. selain seperangkat alat sholat..mas kawin yg tak kasih kepacarku dulu..salah satunya buku dari sang rumi.."yang mengenal dirinya, mengenal tuhannya"...mantev gan..post-nya di like buanget.

  1. He he he, mbah Jalaluddin adalah salah satu insporator saya.

  1. bagus puisinya

  1. Copas nih, he he he...
    Karena ngefans berat sama pengarang aslinya (Jalaluddin Rumi), tak tulis di blog aja...

Posting Komentar

Monggo komentar...